Transposisi dan modulasi: memindahkan nada dasar musik
Sebuah lagu tidak terkunci di satu nada dasar. Anda bisa mengangkat seluruh lagu lebih tinggi atau menurunkannya lebih rendah, seperti memindahkan lukisan ke tempat baru di dinding, dan lagunya tetap lagu yang sama. Itulah transposisi. Sebuah lagu juga bisa mengganti nada dasar rumahnya di tengah jalan, dan itu disebut modulasi. Pelajaran ini menunjukkan keduanya, ditambah alat-alat musik yang membaca partitur dalam nada dasar yang berbeda dari yang Anda dengar.
Isi pelajaran ini

Memindahkan seluruh lagu
Mentransposisi berarti memindahkan setiap nada sebuah karya naik atau turun dengan jarak yang sama. Setiap nada bergeser dengan jumlah setengah nada yang sama, sehingga jarak antarnada (interval) tetap persis sama. Melodi mempertahankan bentuknya; hanya titik mulainya yang lain.
Tombol pertama memainkan melodi pendek dalam C mayor. Tombol kedua memainkan melodi yang sama dipindah naik empat setengah nada, ke E mayor. Pada yang ketiga, dua nada lupa ikut pindah, dan melodinya tiba-tiba terdengar seperti lagu lain.
- Melodi aslinya.
- Setiap nada empat setengah nada lebih tinggi: melodi yang sama.
- Dua nada tetap di tempat, dan suasana melodinya berubah.
Mengapa memindahkan lagu?
Alasan paling umum adalah suara. Setiap orang punya wilayah nada yang nyaman untuk dinyanyikan. Kalau nada tertinggi sebuah lagu terlalu tinggi bagi Anda, pindahkan seluruh lagu ke bawah sampai pas. Penyanyi sering meminta nada dasar lain justru karena alasan ini.
Musisi kadang juga memindahkan lagu ke nada dasar yang lebih mudah dimainkan di alat musiknya. Bagaimanapun, pendengar mendengar lagu yang sama, hanya lebih tinggi atau lebih rendah.
- Melodi naik sampai A yang tinggi.
- Melodi yang sama lima setengah nada lebih rendah.
Coba: bernyanyilah bersama kedua tombol. Versi mana yang lebih cocok dengan suara Anda?
Cara mentransposisi
Pertama, tentukan seberapa jauh akan memindahkan: hitung setengah nada dari nada awal yang lama ke yang baru, termasuk tuts hitam. Lalu pindahkan setiap nada sebanyak setengah nada itu. Pindahkan akornya dengan cara yang sama: kalau naik dua setengah nada, C menjadi D dan Am menjadi Bm.
Nada dasar yang baru punya tanda mulanya sendiri, dengan kres atau mol yang berbeda. Pelajaran Lingkaran kwint menunjukkan semuanya.
Coba: Frère Jacques dimulai C D E C. Pindahkan naik tujuh setengah nada dan lagu itu dimulai G A B G. Bisakah Anda memainkan sisanya di keyboard?
Alat musik transposisi
Ada alat musik yang membaca partitur yang tidak ditulis pada tinggi nada yang Anda dengar. Alat-alat ini disebut alat musik transposisi. Saat pemain klarinet B♭ membaca C tertulis, nada yang berbunyi adalah B♭, satu nada lebih rendah. Tinggi nada yang benar-benar berbunyi, yang akan dimainkan piano, disebut nada konser (concert pitch).
Klarinet B♭ dan trompet B♭ berbunyi satu nada (sekon besar) lebih rendah daripada yang tertulis. Horn F berbunyi satu kwint murni lebih rendah. Saksofon alto E♭ berbunyi satu sekst besar lebih rendah, dan saksofon tenor B♭ berbunyi satu oktaf ditambah satu nada lebih rendah. Suling (flute) bukan alat musik transposisi: bunyinya sesuai yang tertulis.
Mengapa partitur ditulis seperti ini? Pemain yang memainkan beberapa alat musik dari satu keluarga bisa memakai penjarian yang sama untuk nada tertulis yang sama. Pemain saksofon bisa berganti dari alto ke tenor dan membaca partitur dengan cara yang sama, meski bunyinya keluar lebih rendah. Tombol-tombolnya memainkan, dengan suara piano, bagaimana nada tertulis C D E F G yang sama berbunyi pada setiap alat musik.
- Nada konser: yang dimainkan piano.
- Berbunyi B♭ C D E♭ F, satu nada lebih rendah.
- Berbunyi F G A B♭ C, satu kwint lebih rendah.
- Berbunyi E♭ F G A♭ B♭, satu sekst besar lebih rendah.
Mengapa partiturnya ditulis ulang
Kalau pemain klarinet langsung bermain dari partitur piano, semuanya akan keluar satu nada terlalu rendah, dan keduanya akan bertabrakan. Karena itu partitur klarinet ditulis satu nada lebih tinggi: saat piano bermain dalam C mayor, klarinet membaca dalam D mayor, dan keduanya membunyikan nada yang sama.
Dengarkan keduanya. Pada yang pertama, tidak ada yang mentransposisi. Pada yang kedua, partitur klarinet sudah ditulis ulang, dan kedua alur terdengar menyatu. (Di sini kedua bagian memakai suara piano.)
- Alur klarinet berbunyi satu nada di bawah piano.
- Partiturnya ditulis dalam D, jadi keduanya berbunyi dalam C.
Modulasi: rumah baru di tengah jalan
Transposisi memindahkan seluruh lagu. Modulasi berbeda: lagu mengganti nada dasar rumahnya di tengah jalan, dan nada dasar baru itu menjadi rumah, setidaknya untuk sementara.
Jenis yang sangat sederhana sering ada di lagu pop: menjelang akhir, musik melompat naik setengah nada atau satu nada tanpa peringatan apa pun, dan melodinya datang lagi dalam nada dasar baru. Rasanya seperti naik satu anak tangga lagi: melodi yang sama tiba-tiba terdengar lebih cerah.
- Melodi dua kali dalam C mayor.
- Pada kali kedua melompat ke D♭ mayor.
- Pada kali kedua melompat ke D mayor.
Coba: lain kali Anda mendengar lagu, dengarkan menjelang akhir saat semuanya tiba-tiba terangkat sedikit lebih tinggi.
Modulasi lembut ke nada dasar terdekat
Banyak karya berganti nada dasar dengan lebih lembut, ke nada dasar tetangga. Perpindahan yang sangat umum adalah ke nada dasar dominan, nada dasar pada nada kelima (C mayor ke G mayor). Yang lain adalah ke minor atau mayor relatif, kembaran yang memakai kres atau mol yang sama (C mayor ke A minor). Di lingkaran kwint, nada-nada dasar ini letaknya bersebelahan.
Kuncinya adalah akor poros (pivot chord), yaitu akor yang termasuk di kedua nada dasar. A minor ada di C mayor dan di G mayor, jadi musik bisa melangkah melaluinya ke G; lalu nada baru F♯ memberi tahu telinga Anda bahwa musik sudah tiba. Pada contoh kedua, F mayor (ada di C mayor dan di A minor) mengarah ke E mayor, yang G♯-nya menunjuk ke rumah baru, A minor.
- Melalui A minor dan D7 ke rumah baru di G.
- Melalui F dan E mayor ke rumah baru di A minor.
Suara piano: Salamander Grand Piano oleh Alexander Holm (CC BY 3.0).