Musik dari masa ke masa: garis waktu
Sudah berapa lama manusia membuat musik? Jauh lebih lama daripada sejak mereka bisa menuliskannya. Inilah ceritanya dalam satu garis, dari seruling pertama sampai ponsel di saku Anda.
Isi pelajaran ini

Musik lebih tua daripada tulisan
Manusia sudah membuat musik sejak sangat lama. Di gua-gua di Jerman selatan, para ilmuwan menemukan seruling yang dibuat dari tulang burung dan gading mamut. Usianya sekitar 40.000 tahun (selisih beberapa ribu tahun), dan seruling itu termasuk alat musik tertua yang pernah ditemukan. Tidak ada yang tahu bagaimana bunyi lagu-lagu pertama, karena belum ada cara untuk menuliskannya.
Salah satu lagu tertua yang bisa kita baca ditulis sekitar 3.400 tahun yang lalu pada sebuah lempeng tanah liat di kota kuno Ugarit, di wilayah yang sekarang bernama Suriah. Lagu itu disebut Himne Hurri, dan itulah karya musik tertulis tertua yang hampir lengkap yang kita miliki. Para ahli masih berdebat tentang bagaimana persisnya bunyi lagu itu seharusnya.
Kisahnya dalam satu garis
Tanggal dalam sejarah kuno tidak pasti, jadi banyak tahun di sini diawali dengan "sekitar" atau "kira-kira".
- sekitar 40.000 tahun laluSeruling tulang
Manusia mengukir seruling dari tulang burung dan gading.
- sekitar 1400 SMLagu tertulis tertua
Sebuah lempeng tanah liat dari Ugarit memuat karya musik tertulis tertua yang hampir lengkap.
- sekitar 500 SMDawai dan angka
Para pemikir di Yunani kuno, termasuk pengikut Pythagoras, meneliti bagaimana panjang dawai mengubah nadanya.
- sekitar 1025Garis dan suku kata
Seorang biarawan bernama Guido dari Arezzo dikenang karena mengajar dengan garis-garis paranada dan nama ut-re-mi, nenek moyang do-re-mi.
- 1501Musik cetak
Ottaviano Petrucci mencetak sebuah buku besar berisi lagu untuk beberapa suara di Venesia dengan huruf lepas, dan musik bisa menyebar jauh dan cepat.
- sekitar 1700Piano
Bartolomeo Cristofori membuat piano pertama di Italia, alat musik yang bisa dimainkan lembut dan keras.
- sekitar 1600–1750Zaman Barok
Opera, klavesin, dan komponis seperti Vivaldi, Bach, dan Handel.
- sekitar 1750–1820Zaman Klasik
Musik yang jernih dan seimbang karya Haydn, Mozart, dan Beethoven muda.
- sekitar 1820–1900Zaman Romantik
Perasaan yang besar, orkestra yang besar, dan "puisi piano" karya Chopin.
- 1877Bunyi terekam
Thomas Edison memperlihatkan fonografnya, mesin yang bisa merekam suara lalu memutarnya kembali.
- awal 1900-anJazz
Jazz tumbuh di New Orleans, Amerika Serikat, dari blues, ragtime, mars, dan irama Afrika.
- 1950-anRock and roll
Gitar listrik dan ketukan yang kuat membawa jenis baru musik populer.
- 1982Cakram padat (CD)
Musik menjadi digital: CD dan pemutar CD pertama mulai dijual.
- 2000-anMusik di setiap ponsel
Unduhan dan streaming menaruh jutaan lagu di saku Anda.
Peta zaman-zaman besar
Para sejarawan musik membagi kisah musik konser Eropa menjadi beberapa zaman. Batasnya kabur, dan tahun-tahun di bawah ini hanyalah panduan kasar.
- Abad Pertengahan (sekitar 500–1400)
- Nyanyian gereja yang dinyanyikan bersama dalam satu suara, dan lagu-lagu para penyanyi pengembara.
- Renaisans (sekitar 1400–1600)
- Beberapa suara saling berjalin, dan musik cetak yang menyebar luas.
- Barok (sekitar 1600–1750)
- Hiasan yang kaya, opera, dan garis bas yang kuat.
- Klasik (sekitar 1750–1820)
- Melodi yang jernih, keseimbangan, dan simfoni.
- Romantik (sekitar 1820–1900)
- Perasaan yang kuat, cerita, dan orkestra yang lebih besar.
- Abad ke-20 dan masa kini
- Banyak gaya sekaligus: musik klasik baru, jazz, rock, pop, musik elektronik, dan lainnya.
Satu kisah di antara banyak kisah
Peta ini mengikuti musik konser yang tumbuh di Eropa, jadi ini hanya satu kisah. Setiap bagian dunia punya sejarah musiknya sendiri yang panjang, seperti tradisi klasik India, musik istana kerajaan Tiongkok, dan tradisi tabuhan Afrika Barat. Seiring Anda belajar lebih banyak, Anda bisa mengikuti kisah-kisah itu juga.
Suara piano: Salamander Grand Piano oleh Alexander Holm (CC BY 3.0).