Alat musik keyboard: piano, organ, dan lainnya
Keyboard bukan satu alat musik, melainkan cara cerdas untuk memainkan banyak alat musik dengan baris tuts yang sama. Tutsnya tampak sama pada piano, organ, dan synthesizer. Yang tersembunyi di balik tuts sama sekali berbeda.
Isi pelajaran ini

Piano: palu dan dawai
Ketika Anda menekan tuts piano, sebuah palu kecil dari kain felt memukul dawai di dalamnya. Dawai itu bergetar, dan papan kayu besar di bawahnya membuat bunyinya lebih keras. Lepaskan tuts dan bantalan lembut menghentikan dawai.
Piano penuh memiliki 88 tuts, dan setiap tuts punya dawainya sendiri (atau beberapa dawai sekaligus). Tuts rendah punya dawai yang panjang dan tebal. Tuts tinggi punya dawai yang pendek dan tipis.
Piano bisa dimainkan lembut atau keras, tergantung seberapa kuat Anda menekan tuts. Nama lengkapnya yang lama, pianoforte, berarti "lembut-keras" dalam bahasa Italia. Piano diciptakan di Italia sekitar tahun 1700.
Pedal
Piano biasanya memiliki dua atau tiga pedal yang diinjak dengan kaki. Pedal kanan membuat nada terus bergema setelah jari diangkat. Pedal kiri membuat bunyi lebih lembut. Memakai pedal dengan baik adalah bagian besar dari bermain piano.
Keyboard lainnya
Tuts yang sama bisa mengendalikan mesin yang sangat berbeda.
- Organ
- Menekan tuts membuat udara mengalir ke dalam sebuah pipa. Organ pipa besar di gereja bisa memiliki ribuan pipa dan dimainkan dengan tangan dan kaki.
- Harpsikord
- Menekan tuts membuat pick kecil memetik dawai. Itulah bunyi berkilau dari musik zaman Barok. Bunyinya selalu hampir sama kerasnya, sekuat apa pun Anda menekan.
- Synthesizer
- Sirkuit elektronik membuat getarannya, dan tuts memberi tahu nada mana yang harus dimainkan. Synthesizer bisa meniru alat musik lain atau membuat bunyi yang sama sekali baru.
Suara piano: Salamander Grand Piano oleh Alexander Holm (CC BY 3.0).